BEDA PENGARUH KINESIO TAPING DAN DRY NEEDLING TERHADAP PENURUNAN NYERI SAAT DOMS (DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS) PADA M. BICEPS BRACHII

Main Article Content

Khairunissa Sutisna

Abstract

ABSTRAK


Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) menjadi kondisi yang biasa muncul setelah olah raga berat. Dari banyaknya modalitas fisioterapi, terdapat modalitas yang bertujuan untuk menurunkan nyeri yakni kinesio taping (KT) dan dry needling (DN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian KT dan DN terhadap penurunan nyeri (nyeri diam, nyeri tekan, nyeri gerak) saat DOMS pada m. biceps brachii, serta mengetahui perbedaan pengaruh antara keduanya. Jenis penelitian kuasi eksperimen, desain penelitian Pre and Post Test Two Group Design, metode pengambilan sampel purposive random sampling. Penelitian dilakukan pada 8 responden perlakuan KT dan 5 responden perlakuan DN. Penelitian dilakukan di Fitness Lima Bugar Karangasem Laweyan Surakarta. Dari hasil paired sampel T – test dan wilcoxon test terdapat perubahan nilai nyeri yang signifikan pada kelompok KT dengan nilai p nyeri diam 0,018, nyeri tekan 0,016, dan nyeri gerak 0,012. Hasil yang berbeda pada kelompok DN dengan nilai p nyeri diam 0,272, nyeri tekan 0,200, dan nyeri gerak 0,163 menunjukan perubahan nilai nyeri yang secara statistik tidak signifikan. Hasil independent sample t-test dan mann – whitney test diperoleh nilai p nyeri diam 0,131, nyeri tekan 0,824, dan nyeri gerak 0,713. Menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemberian metode KT dan DN terhadap penurunan nyeri. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian KT dan DN terhadap penurunan nyeri saat DOMS pada m. biceps brachii, tetapi pada kelompok DN secara statistik pengaruh tidak signifikan. Serta tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemberian KT dan DN terhadap penurunan nyeri saat DOMS pada m. biceps brachii.


 


Kata Kunci : kinesio taping, dry needling, penurunan nyeri

Article Details

Section
Articles