Peningkatan Pengetahuan Tentang Pentingnya Konsumsi Sayuran Pada Ibu Nifas

Main Article Content

Ponco Indah Arista Sari
Andri Tri Kusumaningrum

Abstract

Proses persalinan merupakan tahap awal bagi seorang ibu untuk memulai fase yang baru yaitu masa nifas. Selama masa nifas seorang ibu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan banyinya. Asupan nutrisi tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Kandungan makanan tersebut tentu saja diperoleh dari bahan makanan yang berbeda-beda. Selama menjalani masa nifas banyak ibu yang melakukan pantang makan atau tarak. Terutama pantang makan terhadap sayur dan ikan. Kedua bahan makan tersebut dianggap menyebabkan bayi diare dan kemudian sakit. Sehingga mereka lebih memilih untuk tidak mengkonsumsi keduanya daripada bayinya mengalami sakit. Data awal dihasilkan dari 15 ibu nifas, 8 di antaranya tidak mengkonsumsi sayuran karena tidak suka, tidak paham dengan manfaat sayur, diare dan beberapa alasan yang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre tes dan post tes setelah diberikan health education tentang pentingnya konsumsi sayur selama masa nifas. Dari hasil pemberian edukasi didapatkan hasil adanya perubahan setelah diberikan edukasi yaitu dari 7(22%) ibu nifas berpengetahuan baik, 15(47%) orang berpengetahuan cukup, 10(31%) orang berpengetahuan kurang berubah menjadi 26(81%) ibu berpengetahuan baik, 6(19%) ibu berpengetahuan cukup, 0 ibu berpengetahuan cukup.


Dapat disimpulkan bahwa edukasi tentang pentingnya manfaat sayur bagi ibu nifas sangat penting diberikan untuk mengubah pola pikir bahwa sayur tidak memberikan manfaat selama masa nifas

Article Details

Section
Articles